Afraid

Published Agustus 2, 2014 by avokadojuice

Ketakutan selalu muncul dalam hidup. Dan bentuknya juga berbeda setiap usia.

Dulu, waktu aku kecil, aku takut sekali dengan copotnya gigiku. Saat makan, mandi bahkan saat bermain perasaan takut itu menghantuiku. Sampai-sampai aku terus mendorong gigiku yang sudah goyah dengan lidahku, di manapun aku berada. Berharap segera copot dan aku terbebas dari rasa takut. Pertanyaannya, kenapa aku takut? Aku ingat, pertama kali gigiku goyang aku laporan ke Mama dan alhasil Mama memaksa menggoyang gigiku dengan tangannya. Rasanya sakiiiitt sekali, dan setelah itu gigiku dicabut dengan benang, ya benang jahit yang ditali ke gigiku yang goyang kemudian ujung benang lainnya ditarik Mama hingga copot. Ngeri! Karena nggak ingin mengalami kengerian seperti itu lah, aku berusaha mencopot gigiku sendiri.

 

Menginjak SMP, ketakutan muncul lagi dalam bentuk berbeda. Aku bersekolah di asrama, yang jauh dari rumah (rumahku di Solo, asramaku di Ngawi). Di asrama itulah, banyak sekali aturan yang harus ditaati jika tidak ingin dihukum. Karena aku ini tipenya anak yang ‘males lurus’, jadi sering melanggar aturan, kejar-kejaran dengan bagian Keamanan, bagian Bahasa dan bagian-bagian lain yang memang hobi menghukum anak-anak seperti aku. Tiap bangun tidur, pikiran ini ‘kemrungsung’, harus cepet mandi biar nggak ngantri panjang, kalo dapet antrian terakhir nanti keburu bel masuk kelas, kalo sudah bel dan belum masuk kelas bisa kena hukuman. Itu baru bagian paginya, belum siang, belum sore, belum malam… rasanya kayak dikejar-kejar terus. Begitu juga ketika liburan, pulang kembali ke rumah, pikiran juga nggak tenang. Kan liburannya pas Ramadhan, jadi setiap Ramadhan rasanya itu was-was, hati nggak enak, karena kalo Ramadhan selesai aku harus balik ke asrama. Memulai hari sibuk penuh kejar mengejar lagi. Dan itu berlangsung selama 5 tahun!

Setelah memaksa untuk pindah dari asrama, sedikit ada perasaan lega. Tapi setelah itu ketakutan muncul lagi. Karena aku pindahnya nanggung banget, semester akhir kelas 11 ( 2 SMA), aku harus mengejar ketinggalanku mati-mati an untuk bisa ikut UN. Mulailah sibuk les sana-sini. Di sekolah ikut les, di luar sekolah les Primagama, di rumah les private. Pas libur tetep les dari pagi sampe sore. Tapi bedanya, ketakutan yang saat usia ini sedikit berkurang kadarnya, nggak terlalu ‘takut’ seperti ketakutan sebelum-sebelumnya karena aku suka sekali sama temen-temen di sekolahku yang baru, mereka sangat membantuku, friendly dan aku hampir nggak pernah kesel sama mereka.

Setelah itu kuliah, mulai complicated ketika aku mencoba untuk bolos sekali dan berujung hampir bolos setiap hari, haha… Tugas keteteran, pelajaran nggak ngerti, udah gitu ada tugas yang dikerjakan kelompok, ini yang paling bikin takut. Kenapa? karena aku di kuliah nggak punya temen banyak, nggak bisa sreg sama temen-temen sekelas. Temenku saat kuliah cuma 2 orang lho yang deket haha. Udah gitu, menginjak semester 3 kenal lah aku sama Herbalife. Masuklah aku di Herbalife. Karena terlalu bersemangat, menargetkan segala sesuatu dengan keputusan sendiri, jadi membentuk ketakutan lain lagi. Tapi saat itu aku inget banget, Pak Fauzi, leader di Solo duduk di depanku setelah beliau sholat berjama’ah, sambil pakai sepatu beliau bilang, ” Alifia, semakin banyak beban yang kamu tampung di usia sekarang, akan semakin bikin kamu kuat di masa depan, saat kamu sudah berkeluarga, punya anak, punya suami… jadi nggak apa-apa kuliah sambil Herbalife.”. Padahal aku hampir nggak pernah bicara sama beliau karena rasa sungkanku sama bapak muda nan ganteng itu, hihi. Tapi beliau seakan tau isi hatiku saat itu. Jadi aku merasa “ok, lanjuuuuttt!”.

Nah ketakutan yang paling terasa adalah saat ini. Di usiaku yang sekarang. Ketika adik-adik sudah lulus kuliah dan aku belum. Ketika mulai ditanyain “kapan nikah”. Bikin gerah, bikin pengen kabur, bikin pengen nangis sebenernya. Pengen bilang, ” Woi, kalo mau nanyain aku kapan nikah, tanya ke Mama lah! Aku udah nyiapin calonnya cuma belum di ACC proposalku!”. Kalo mau nanyain kapan aku lulus, kasih aku kepastian dulu setelah lulus nggak ada yang boleh dorong-dorong, nanya-nanya aku kapan nikah. Calonnya sudah ADA! SUDAH ADA! Tinggal di-iya-in. Selesai masalah. Ribet amat (apa aku yang ribet yak, haha).

Ah sudahlah, hanya melontarkan isi kepalaku. Kalo pas lagi down gini, paling-paling aku liatin fotonya Bebeg, fotonya Kyuhyun Oppa (hahahahahahaha *senyum evil). Selain untuk menentramkan hatiku yang sedang kacau dengan wajah ganteng mereka, aku juga berpikir mereka pasti punya masalah dan ketakutan seperti aku, hanya jenisnya yang berbeda. Dan mereka hingga saat ini bisa menghadapi ketakutan mereka, terbukti dengan kesuksesan mereka yang terus berlanjut. Dan aku yakin, ketakutanku ini nggak seberapa ketimbang ketakutan mereka. Ya iyalah, bayangkan aja Kyuhyun Oppa, superstar, wajah mampang di mana-mana, fans nya berjibun dari ujung dunia ke ujung dunia lainnya! Masalah dia pasti lebih besar dan lebih complicated daripada aku. Tapi dia masih bisa senyum, masih bisa nyanyi, walaupun denger-denger Oppa baru sakit radang usus karena memaksa diri untuk diet. Oppa… kan aku sudah bilang, kalo mau diet pake Herbalife aja *pukpuk Oppa tersayang.

Ah, sudahlah. Saya lapar. Bye…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: