Gara-gara Ketoprak Betawi

Published Oktober 3, 2009 by avokadojuice

Hhh… I’m back, guys!

G betah kalo g ceritain pengalaman Q yang satu ini. Nyebelin, nyusahin tapi tak terlupakan! Bodo’ amat ama tugas menumpuk, Q mau curhat dulu. Ok, kalo gitu langsung aja…

Semua berawal dari hari Jumat kemarin. Ya, waktu itu ada kuliah AAI. Sedikit info tentang AAI. AAI itu singkatan dari A… Agama Islam (Q lupa A yang depan singkatan dari apa, hehe). AAI adalah kuliah yang mempelajari tentang agama Islam. Di kampus Q, kuliah AAI itu wajib karna akan menjadi pertimbangan dalam nilai kuliah akademik biasa. Lalu, bagaimana dengan non-Islam? Yah, itulah hebatnya Univesitas Sebelas Maret *halaahhh, bagi yang non-Muslim juga ada kuliah keagamaan, seperti AAK untuk mahasiswa yang memeluk agama Kristen. Nah, singkatan-singkatan ini pernah jadi bahan omongan kami (sedikit cerita).

Waktu itu Q dan teman-teman lagi nyantai duduk-duduk di bawah pohon. Trus, ada salah satu teman kami bernama Betty lewat di depn kami. Dia menyapa kami dan kebetulan dia non-Muslim. Dia bilang, ” Pada mau ngapain nih?”

” Mau AAI, kamu mau ke mana?”

” Q juga mau AAK, mau ikut?” tanyanya sambil senyum-senyum licik.

” Kamu aja yang ikut ke AAI kita, hehe.”

Dari situ kami baru tau kalo ada istilah AAK juga. Trus anak-anak coba mengubah singkatan dengan nama agama lain, seperti AAB (Budha) dan lain-lain. Nah, Q tiba-tiba punya pikiran gini, ” Hindu paling enak dunk, AAH (baca: aaahhh)”. Langsung Q dapet cubitan bertubi-tubi dari anak-anak (untungnya waktu itu yang ngumpul cewe semua, coba kalo ada cowo-nya, bisa kena jitakan juga Q :mrgreen: )

Kembali ke AAI, program AAI ini berbeda dengan kuliah biasa yang sehari-harinya berkutat dalam ruangan. Kalo AAI, tempatnya bisa di mana-mana. Sesuka hati kelompoknya. Oia AAI ini dikelompok-kelompokkan yang terdiri 9 orang per kelompok + seorang assisten alias kakak tingkat. AAI juga g masuk tiap hari, cuma tiap minggu yang 2 minggu sekali membahas materi inti. Minggu-minggu sisanya untuk senang-senang aktivitas di luar materi. Seperti makan- makan, belajar masak, nonton film dan lain-lain. Pokoknya seeenak udel kita aja.

Nah, Jumat kemarin itu minggu pertama kuliah AAI. Tempatnya di kost-nya Mbak Eno, assisten kami. Acara utamanya sih, membut proker untuk 3bulan mendatang. Tapi bagi kami, acara intinya makan-makan hehe. Setelah berentet acara yang lumyan bikin ngantuk, sumuk (maklum, kita ngumpul di musholanya yang g ada kipas anginnya plus ruangannya tertutup), dan lain-lain, akhirnya sampai juga pada acara makan-makan. Nah, pas mbak Eno bawa dua plastik besar di depan kami, Q pikir itu gado-gado. ‘Coz bentuknya bungkusan, ada kerupuk warna-warninya pula. Q langsung bersorak kegirangan (Q emang doyan makan gado-gado), Q pasti habis paling pertama, nih hehe. Trusi pas mbak Eno bilang, ” Ini mbak bawain ketoprak betawi, udah pada pernah ngerasain belum?”.

Ketoprak betawi? koQ dibungkus? (Q mikirnya waktu itu ketoprak solo yang kuahnya bening jadi g bisa dibungkus). Tapi waktu itu Q belum curiga apa-apa. Q pikir, kaya’nya enak, nih (dasarnya emang udah kelaperan :mrgreen: ). Trus, Q buka bungkusnya… bentuknya seperti ketoprak solo, ada lontongnya, ada mie-nya, yang bikin beda itu ketoprak betawi pakai sambal pecel. Ya kaya’ gado-gado gitu. Q masih belum curiga tu… tapi begitu Q makan, ” Bismillah…”

Suapan pertama, Q mengernyit

Suapan kedua, Q meringis

Suapan ketiga, nafas Q udah g beraturan

Suapan keempat…. huaahhhh hah hahhh

Puedes bangeettt!!!

Langsung Q ambil air, Q minum seporong-porongnya! Gilaaaaa… beneran puedes bangettt!!! Sampai Q ‘pilek’, temen Q malah sampai nangis. Perut Q langsung mules seketika, hhh….

Sedikit info, Q ini g kuat sama yang namanya pedes. Begitu makan pedes dikit aja, langsng m*****t. Gimana pedesnya segitu?? Hlaaa… g usah ditanya lagi. Sampai detik ini, Q masih bolak- balik ke kamar mandi, masih mules! Padahal udah dua hari berlalu. Berarti Q udah tiga hari tersiksa terus. Ya Allah, dosa Q memang segunug, tapi jangan siksa Q seperti ini… hiksss 😦

G lagi-lagi makan ketoprak betawi. Enak, sih enak tapi akibatnya tersiksa, g sangguuuuppp… ampuuunnn *trauma x_x

Iklan

38 comments on “Gara-gara Ketoprak Betawi

  • HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRR

    MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

  • @kang boed: maaph, award na lom bs dipjang hehe…Q sdg sibuk poll ne…
    @mas hafid: waahhhh…rsa nano2 dunk mas?? manis asem asin……haha
    @helga: wong dh skit prut ug…kapok
    @mas diaz: dah g mas, mlh skrg pegel2 biz camping 2hr semlm kmrn hehe
    @sebelas21: lahhh…pa hubngn na ma kret om??

  • abangku di solo juga, ternyata.
    ketoprak enak kok kaka vivi, yg kmaren kebanyakan cabenya kali.

    *ehm, katanya ga kuat pedes, kok ampe suapan ke-4 baru berhenti? hayooo!! 😛

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: